^.^

^.^

Untuk  Orang-orang yang  aku cintai….

Ibu….

Apabila anakmu ini telah tiada nanti…
Ikhlaskanlah kepergianku, sehingga aku bisa tenang di alam sana dan semoga kita dijumpakan Allah kelak di akhirat…
Ibu….

Aku adalah anak yang saat ini belum bisa membuat mu menangis bahagia bersamaku, tapi aku hanya bisa membuatmu menangis karena kekecewaanmu pada diri  ini.
Disetiap doa aku selalu mintakan sama Allah agar aku bisa menjadi anak yang bisa berbakti.

Aku salah dalam menilai, engkau tidak memilih kasih ,kasih sayangmu untuk putra putri mu itu sama.

Jika Allah mengizinkan aku  menjadi seorang ibu, aku ingin sepertimu ibu…. yang penuh dengan kelembutan dan kesabaran.

Maafkan aku ibu…
hatimu selalu luka dengan lisanku…
semoga Allah ridha pada diri ini bersamaan atas ridhamu kepadaku.

Ayah…
Apabila anakmu ini telah tiada nanti…

Maafkan kesalahan anakmu…

Disaat anakmu menggerutu kau sangat lembut menghadapiku. Kau mengenalkan aku dengan taman syurga dengan harapan aku bisa jadi anak yang sholeha. Impianku apabila Allah mengizinkan aku menyempurnakan separo agama, aku ingin pendamping hidupku sepertimu ayah…. yang bisa menjaga, memanja,mengajari ketika aku salah dan melindungiku.

Apakah masih ada harapan untuk aku memperbaiki semuanya, masih adakah kesempatan untuk aku bisa berbakti…
garis-garis didahimu menunjukkan baktimu pada Allah dalam menjalan amanah dari Nya mendidik kami untuk menjadi orang-orang  yang berguna.

Saudara-saudariku…
Apabila adikmu ini telah tiada nanti…

Apakah masih ada maaf untukku

Selama ini aku hanya mementingkan kepentingan diriku sendiri, aku tidak bisa berempati untuk merasakan apa yang kalian rasakan. Aku egois, aku kejam sama anak-anak kalian, dalam diam kalian menyayangiku.
saudaraku terimakasih atas segala nasehat-nasehat yang telah kalian berikan selama ini, semoga untuk kedepan aku bisa menjadi lebih baik.

Guruku…

Disaat aku telah tiada nanti…

Ku mohon doa darimu agar tetap selalu ada untuk diri ini. Menatap kesejukan dan kelembutanmu dan juga kesabaranmu dalam mendidik kami santri-santrimu itu anugrah yang terindah yang pernah aku rasakan dalam hidup ini. Dengan tutur katamu yang lembut kau siram bathin ini yang telah lama tandus haus akan kesejukan.

Guruku…
diri ini adalah santri yang paling bodoh, bebal menerima pelajaran darimu. Tapi seperti yang pernah engkau ceritakan batu yang keras bisa terlobangi dengan tetesan air, apalagi hati manusia yang begitu lembut diciptakan Allah. Dari kalimat itu diri ini yakin pasti suatu saat nanti aku pasti bisa menerima pelajaran darimu.

Maafkan atas sikap dan kesalahan diri ini yang pernah membuat hatimu terluka.

Sahabatku….

Sahabatku  apakah kenangan yang paling indah ketika aku bersama kalian?

Aku ingin kalian menjawabnya disetiap doa kalian untukku. Untuk kalian aku tidak bisa menuliskan apa-apa,karena kalian semua adalah hadiah yang teristimewa yang Allah berikan padaku.

Sahabat adalah segalanya…

Untuk siswaku tercinta….

Kutemukan kebahagianku bersama kalian semua yang mungkin orang lain belum tentu bisa merasakan kebahagian seperti apa yang ibu rasakan. Disaat bathin ibu menjerit pilu kalianlah penawarnya. Senyuman kalian,kepintaran kalian, kenakalan kalian dan semua-semuanya bersatu menjadi pencerahan diqalbu ini.

Hanya maaf yang bisa ibu ucapkan semoga maaf dari kalian masih ada untuk ibu.

Disaat ibu mengajari kalian terkadang ada nada keras ,cubitan kecil, tatapan tajam sehingga membuat hati kalian menjadi kecut. Tolong dimaafkan.

Nuraniku Menguatkan

Nuraniku Menguatkan

Kalian semua tidak akan pernah mengerti, betapa hancurnya hati ini, bagi kalian ini mungkin hal yang biasa yang dialami oleh orang yang patah hati. Tapi bagi aku luka itu masih tergores dihati ini dan tidak tau kapan akan sembuhnya.

Aku bisa tersenyum dan kuat didepan kalian semua, tapi hati ini menjerit pilu. Tapi dengan mengingat Sang pemberi cinta bathin ini damai, tentram. Aku ndak mau larut dalam kesedihan, aku ndak mau gara-gara masalah cinta masa dapan aku hancur,aku ndak mau gara-gara masalah ini mengecewakan orang2 yang menyanyangi aku.

Aku  tak boleh putus asa, tidak boleh larut dalam masalah, tidak boleh terpuruk berpanjangan. Lihatlah matahari masih tersenyum dipagi hari, kejar cita-citamu untuk menjadi seorang pendidik yang sukses.

Buanglah masa lalumu yang suram jauh-jauh.
simpanlah cinta dan kesetianmu untuk seseorang yang benar2 menjadi imammu nanti. Jangankau buang waktu,energi dan pikiranmu memikirkan laki-laki yang belum jelas mencintaimu dengan tulus dan ikhlas apalagi ndak berniat menjadikan kamu sebagai istrinya. Masa bodo dengan semua itu.

Jangan jadi wanita bodoh. Okelah selama ini kamu dibodohi karena keluguan kamu y lewat dosis. Tapi untuk kedepan kamu bisa belajar dari pengalaman yang lalu. Persiapkan cintamu hanya untuk suamimu kelak.

 

Umurmu yang sekarang bukanlah umur anak2 ABG yang lagi puber, tapi umurmu yang sekarang adalah masa penentuan, siapa yang akan menjadi imammu kelak. Moga Allah tunjukkan seorang ikhwan yang terbaik diantara yang baik.

Ndak usah bersedih hati melihat teman2 kamu sudah pada nikah semua, Allah sudah mempersiapkan siapa suamimu nanti dan itu semua akan berakhir dan berujung dengan keindahan.

So yakinlah dan positif thinking terhadap apa yang Allah berikan kepada kamu.

Aku  tak boleh lemah, apalagi masalah yang beginian. Tebarkan selalu senyum manismu sehingga hatimu senantiasa damai. Tutup lembaran lama dan buka lembaran baru.

Milikilah sebuah hati yang tidak pernah membenci.^.^

 

Tulisanku Disaat Kau Mintakan Aku untuk berjauhan dikarenakan mengamali ilmu yang sudah kita dapatkan dari guru kita

Tulisanku Disaat Kau Mintakan Aku untuk berjauhan dikarenakan mengamali ilmu yang sudah kita dapatkan dari guru kita

Aku coba untuk menulis lagi ….

 

 

Setelah sujud terakhir shalat malam yang panjang kuserahkan diri ini  pada Allah  mohon ampunan terhadap kesalahan yang pernah kami  lakukan setahun lamanya,  tunduk. Ada tetesan tak berbunyi bergulir di atas pipi. Kesunyian itu tiba-tiba datang lagi tanpa meminta izin lebih dahulu. Sebenarnya ada rasa malu mengakui, Rindu dia pada yang belum diketahui namanya. Dia yang akan menggenapkan setengah dien bersama-sama. Dia yang akan dihormati, senyumi, cemburuti, dan dilembuti. Dia yang sepanjang perjalanannya akan saya temani. Hatiku menjerit pelan..”Di mana engkau pangeranku?”

Ku coba untuk menulis, sungguh sangat lembut cara Allah mendiamkan kami. Apakah ini caraNya mendiamkan kami ntuk selamanya ataukah hanya sementara, aku tidak tau. Aku yakin dibalik kesalahan yang pernah kami lakukan tersimpan begitu banyak hikmahnya. Mungkin juga kami didiamkan untuk sementara dan akhirnya akan dipertemukan kembali dengan cara yang berbeda, tapi…itu hanya kata mungkin, kami ndak tau apa rencana Allah berikutnya. Seperti katanya”jodohku takkan lari ke tangan orang lain walaupun yang dilakukannya dan orang lain lakukan terhadapnya.”

Aku akan kembali mencintai dan menyayanginya dalam diamku. Akan aku simpan kembali rasa rindu yang belum halal untuk kuungkapkan sepenuhnya. Aku merindukan kalimah suci itu yaitu kalimah ijab qabul yang pernah diucapkan oleh pasangan sahabat-sahabatku untuk mereka. Kalimah yang tidak ada lagi benteng syariah untuk memisahkan, kalimah yang menghalalkan untuk pasangan cinta untuk mengungkapkan cinta mereka sepenuhnya. Jikalau kalimah itu keluar dari bibirnya dan dia ucapkan untuk diriku,  betapa bahagianya aku karena aku akan hidup bersama orang aku cintai bukan bersama orang yang dijodohkan.

Astaqfirullah ya Allah…

Maafkan hamba ya Allah…yang selama ini selalu mendekte akan keinginanku. Ku coba untuk menjadi hamba yang ridha terhadap cobaan yang Kau berikan  padaku termasuk cobaan cinta ini.

Lindungi kami agar tidak terjurumus dalam kebutaan cinta lagi, bimbing kami untuk menjemput kesejatian cinta itu sehingga Kau ridha dengan hubungan kami. Sekarang dia sudah  memintaku untuk menjauhinya, dengan penuh keikhlasan aku kan coba untuk melupakannya untuk kedua kalinya walaupun itu sangat berat bagiku.

Harapanku jika dirinya menemukan wanita lain, doaku semoga dirinya temukan diriku dalam diri mereka bahkan lebih baik lagi dari pada aku. Aku tidak akan cemburu lagi  karena aku bukanlah siapa-siapa baginya. Dan cemburu itu ndak da hak bagiku. Yang aku dambakan adalah cinta suci bukan cinta buta semoga kami bisa menemukan cinta sejati itu ya Allah. Aku hanya ingin cinta yang halal. Aku akan memulai mencintainya kembali, dengan perasaan yang pernah terhenti jeda, aku akan mengawalinya lagi , tapi itu nanti dan aku ndak tau kapan…,karena dengan pernikahan kami dapat saling mencintai dan akan mampu mengungkapkan cinta itu sepenuhnya, tidak ada yang bisa kita lihat lebih indah seperti halnya keindahan dalam pernikahan, dimana tiada lagi kepalsuan tiada lagi tabir yang memisahkan kami.

Aku hanya bisa berdoa

“ Ya Allah jangan biarkan hati ini berharap pada orang yang tidak pernah mengharapkan hati ini ,sandarkan hati kepada orang yang juga menyandarkan hatinya pada diri ini. Ya Allah, jika Engkau tahu bahwa dirinya ini baik untuk agamaku, kehidupanku, dan akhiratku, maka mudahkanlah aku dalam melaksanakannya,berikanlah berkah pada apa yang aku lakukan itu. mudahkanlah segala urusan dunia dan akhirat baginya, bimbing dia kejalanMu yang benar, mudahkan rejekinya, sehingga tiba waktunya nanti hamba bisa mendengarkan kata ijab qabul dari mulutnya yang dilafazkannya hanya untuk diri ini dan itu semua atas ridha dari Mu. Akan tetapi jika Engkau tahu bahwa  dirinya tidak baik untuk agamaku, kehidupanku, dan akhiratku maka jauhkanlah diriku darinya, berikanlah yang terbaik untuk diriku, serta jadikan aku sebagai orang yang ridha dengan apa yang telah Engkau anugrahkan kepadaku.

 

Saat ini aku hanya bisa mengambil i’tibar dari kesalahan yang telah kami lakukan. Akan ku putar ulang memory dulu ketika kenapa aku bisa tegar ketika aku melihat dirinya bersama dengan wanita yang dicintainya dulu, hanya sebuah kalimat”bagiku cinta itu adalah bahagia ketika melihat orang yang ku cintai itu bahagia bersama dengan orang yang dicintainya. Seperti dalam sebuah bacaan aku temukan”Memang sakit melihat orang yang ku cintai berbahagia dengan orang lain, tapi lebih sakit lagi kalau orangku cintai itu tidak berbahagia bersamaku. Jika itu cinta, ia seringkali lari bila kita cari, namun cinta juga sering kita biarkan pergi saat dia menghampiri. Jika ia sebuah cinta ia tidak buta, namun senantiasa melihat dan merasa. Maka jika aku jatuh aku tidak terhuyung-huyung, konsisten tapi tidak memaksa,berbagi dan tidak bersikap tidak adil, mengerti dan mencoba untuk tidak banyak menuntut. Sedih tapi tidak pernah menyimpan kesedihan itu, jika itu cinta ia seperti kupu-kupu tambah dikejar tambah lari, tapi kalau dibiarkan terbang dia akan datang disaat kita tidak mengharapkannya. Jika itu cinta aku seharusnya dapat melepaskan untuk merelakannya berbahagia dengan yang lain. Jika itu cinta maka cinta itu akan berbahagia kalau diberikan kepada seseorang yang menghargai. Jika itu cinta bukan bagaimana menjadi pasangan yang sempurna tapi membiarkan kita menjadi diri sendiri dan oleh karenanya kita menjadi sempurna dan yang terakhir jika itu cinta ia akan mulai dengan senyuman.”

Ya Allah…

Hamba tau cinta itu tak harus memiliki, sungguh kalimat yang sangat menyesakkan rongga dada, tapi akan aku coba jalaninya ya Allah ketika nanti dia tidak engkau hadiahkan untuk diriku.

Izinkan aku mencintainya dalam diamku…

 

 

Tulisan Terakhir untuk orang yang telah melukai hatiku…

Tulisan Terakhir untuk orang yang telah melukai hatiku…

Dengan sangat berat memank mencoba untuk redha, dikarenakan langkah y aku ayunkan selama ini sudah begitu jauh, dan itu butuh waktu yang sangat lama untuk aku mundur dan putar arah kembali untuk mencari pembenaran diri.

Aku tak tau siapakah yang harus aku benci selain diriku sendiri. Aku begitu lemah, Sepertinya aku bukan aku yang dulu y begitu penuh ketegasan, benteng ketegasan itu hancur dikarenakan hanya kata cinta yang buta.

Yang aku sesalkan dan yang aku takutkan bukan karena kau takut tak memiliki mu suatu saat nanti, namun yang aku takutkan adalah apakah Allah mau menerima ku kembali dalam keadaan iffah. Tak seharusnya seorang muslimah melakukan hal itu. Ya Rabb kenapa Engkau lepaskan hamba dalam lobang kehancuran, rasanya hamba sudah mengkhinati calon imam hamba nanti. Seharusnya segenap cinta dan kasih sayang y ada pada hamba, hamba berikan pada nya yaitu suami hamba kelak. Kini cintaku tak perawan lagi, hatiku begitu banyak goresan luka, tangisanku terbuang percuma yang tak pantas hamba tangisi. Karena walupun hamba menangis air mata darah takkan pernah ada sikap  dari dia, hanya diam membisu. Untuk apa ku jalani dan ku pertahankan cinta yang tidak pernah ada komitmen. Yang sebelah pihak hatinya masih dihantui dengan kisah cinta lamanya, dan diambang mencari pintu hati yang lain. Sedangkan aku berada ditengah-tengahnya.

Aku terima ketegasan dia, aku terima permintaan dia untuk berjauhan. Karena untuk mengamalkan apa yang sudah kami dapatkan dari guru kami. Yach…semenjak itu rasa rindu membuncah qalbu, tapi aku tahan, tak pernah terbersit dalam hati untuk mencari pelarian untuk menghilangkan rasa sepi.

Aku jaga hati  ini untuk dia, karena aku berpikir, Allah akan membimbing aku dan juga dia untuk menjadi y lebih baik. Tetapi siapa tau hati manusia,apa yang aku pikirkan selama ini salah. Dia mencari pintu hati yang lain untuk menghilangkan rasa capek dan segala macam.

Yach manusia , hanya bisa merendahakan diri tapi tak bisa merendahkan hati.

Teringat tulisan yang pernah aku tuliskan sungguh sangat sakit ketika melihat orang y kita cintai berbahagia dengan wanita lain, tapi sungguh menyakitkan lagi ketika kita melihat orang y kita cintai itu tak berbahagia bersama kita. Jadi untuk apa…

Padahal, dengan keadaan dia yang sekarang, aku malah bertambah sayang, aku kan bisa menerima segala kekurangan dia, namun dari hari ke hari nampak jelas percuma aku berikan itu semua, didepan bersikap menjaga iffah tapi dibelakangku dia mengkhianti cinta y selama ini aku berikan.

Aku hanya bisa berdoa moga Allah kembalikan kesehatan dia dengan sehat yang sempurna. Supaya dia bisa melangkahkan kakinya kembali ke jalan yang s Allah ridhai. Moga kebahagian selalu ada.

Dulu aku pernah menuliskan biarkan aku mencintaimu dalam diam, namun kata2 itu kini aku tarik kembali, karena aku ingin melaksanakan amanah dari orang-orang yang melebihi sayangmu padaku “jangan seperti ombak dilaut.”

Maaf aku tak bisa mencintaimu dalam diamku lagi, karena aku tau kamu tak membutuhkannya lagi , berfikir tentang aku saja ndak. Jadi untuk apa aku buang energi perasaan ku percuma.karena sudah banyak kejadian2 yang terjadi. Kajadian-kajadian itulah  takkan pernah menyamai rasa cinta dalam diamku y pernah ada semenjak 5 tahun yang lalu. Semoga kau temukan kebahagian bersama wanita yang kau pilih baik bagimu. Dan kata maaf pertama takkan pernah keluar lagi dari bibirku. Karena dari dulu hingga akhir hayatku kau sudah kumaafkan atas perlakuan mu terhadapku.

Terima kasih telah pernah masuk dalam hatiku. Walaupun aku termasuk salah satu wanita seleksianmu.

Hello world!

Hello world!

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can always preview any post or edit it before you share it to the world.