Untuk Orang-orang yang aku cintai….
Ibu….
Apabila anakmu ini telah tiada nanti…
Ikhlaskanlah kepergianku, sehingga aku bisa tenang di alam sana dan semoga kita dijumpakan Allah kelak di akhirat…
Ibu….
Aku adalah anak yang saat ini belum bisa membuat mu menangis bahagia bersamaku, tapi aku hanya bisa membuatmu menangis karena kekecewaanmu pada diri ini.
Disetiap doa aku selalu mintakan sama Allah agar aku bisa menjadi anak yang bisa berbakti.
Aku salah dalam menilai, engkau tidak memilih kasih ,kasih sayangmu untuk putra putri mu itu sama.
Jika Allah mengizinkan aku menjadi seorang ibu, aku ingin sepertimu ibu…. yang penuh dengan kelembutan dan kesabaran.
Maafkan aku ibu…
hatimu selalu luka dengan lisanku…
semoga Allah ridha pada diri ini bersamaan atas ridhamu kepadaku.
Ayah…
Apabila anakmu ini telah tiada nanti…
Maafkan kesalahan anakmu…
Disaat anakmu menggerutu kau sangat lembut menghadapiku. Kau mengenalkan aku dengan taman syurga dengan harapan aku bisa jadi anak yang sholeha. Impianku apabila Allah mengizinkan aku menyempurnakan separo agama, aku ingin pendamping hidupku sepertimu ayah…. yang bisa menjaga, memanja,mengajari ketika aku salah dan melindungiku.
Apakah masih ada harapan untuk aku memperbaiki semuanya, masih adakah kesempatan untuk aku bisa berbakti…
garis-garis didahimu menunjukkan baktimu pada Allah dalam menjalan amanah dari Nya mendidik kami untuk menjadi orang-orang yang berguna.
Saudara-saudariku…
Apabila adikmu ini telah tiada nanti…
Apakah masih ada maaf untukku
Selama ini aku hanya mementingkan kepentingan diriku sendiri, aku tidak bisa berempati untuk merasakan apa yang kalian rasakan. Aku egois, aku kejam sama anak-anak kalian, dalam diam kalian menyayangiku.
saudaraku terimakasih atas segala nasehat-nasehat yang telah kalian berikan selama ini, semoga untuk kedepan aku bisa menjadi lebih baik.
Guruku…
Disaat aku telah tiada nanti…
Ku mohon doa darimu agar tetap selalu ada untuk diri ini. Menatap kesejukan dan kelembutanmu dan juga kesabaranmu dalam mendidik kami santri-santrimu itu anugrah yang terindah yang pernah aku rasakan dalam hidup ini. Dengan tutur katamu yang lembut kau siram bathin ini yang telah lama tandus haus akan kesejukan.
Guruku…
diri ini adalah santri yang paling bodoh, bebal menerima pelajaran darimu. Tapi seperti yang pernah engkau ceritakan batu yang keras bisa terlobangi dengan tetesan air, apalagi hati manusia yang begitu lembut diciptakan Allah. Dari kalimat itu diri ini yakin pasti suatu saat nanti aku pasti bisa menerima pelajaran darimu.
Maafkan atas sikap dan kesalahan diri ini yang pernah membuat hatimu terluka.
Sahabatku….
Sahabatku apakah kenangan yang paling indah ketika aku bersama kalian?
Aku ingin kalian menjawabnya disetiap doa kalian untukku. Untuk kalian aku tidak bisa menuliskan apa-apa,karena kalian semua adalah hadiah yang teristimewa yang Allah berikan padaku.
Sahabat adalah segalanya…
Untuk siswaku tercinta….
Kutemukan kebahagianku bersama kalian semua yang mungkin orang lain belum tentu bisa merasakan kebahagian seperti apa yang ibu rasakan. Disaat bathin ibu menjerit pilu kalianlah penawarnya. Senyuman kalian,kepintaran kalian, kenakalan kalian dan semua-semuanya bersatu menjadi pencerahan diqalbu ini.
Hanya maaf yang bisa ibu ucapkan semoga maaf dari kalian masih ada untuk ibu.
Disaat ibu mengajari kalian terkadang ada nada keras ,cubitan kecil, tatapan tajam sehingga membuat hati kalian menjadi kecut. Tolong dimaafkan.